Apa itu Data, Information, Knowledge dan wisdom?

October 29, 2017 by 16 Comments

Pengalaman penulis untuk memudahkan belajar sendiri dan juga membuat kurikulum atau metoda pembelajaran bagi orang lain atau membuat staff lebih pintar, maka yang sangat mendasar harus diketahui semua orang yang bertanggung jawab terhadap proses pembelajaran salah satunya adalah bloom taxonomy dan DIKW.

Mengapa kita perlu tahu teori ini?

Bloom Taxonomy, dengan melihat proses atau tahapan dalam belajar, yang dimulai dengan tahu, mengerti sampai dengan evaluasi. Prinsip yang penulis pahami dan yakini adalah tidak ada proses yang tiba-tiba tahu (kecuali atas ijin Allah SWT). Proses dari mulai tahu sampai dengan dapat memberikan membuat kreativitas adalah beberapa proses yang bisa cepat atau lama.

Kenapa ada orang yang langsung atau sangat cepat menguasai? Menurut penulis sebenarnya tidak ada yang langsung hebat dan kreatif, tetapi yang bersangkutan dapat terlihat langsung hebat atau dikenal dengan pintar, adalah karena pross tersebut sangat cepat dan biasanya orang tersebut diberi kemudahan “gift” dari Allah SWT sehingga proses belajar seperti pada bloom taxonomy sangat cepat dan nada orang yang yang sangat lambat.

DIKW, walaupun teori ini terus didebat dengan teori information manajemen, tapi bagi penulis, leveling atau tingkatan ini juga akan dilalui oleh semua orang, dari hanya tahu data, mengolah data menjadi informasi dan kemudian menjadi knowledge dan yang bersangkutan menjadi bijak atau wisdow. Bagi para baby boomers seperti penulis, maka wisdom kadang ada istilah kalau belum umur diatas 40 maka tidak dapat mencapai wisdom, atau mungkin dengan istilah lainnya adalah maqom belum sampai.

Dalam kehiduoan sehari-hari, kadang kita sering merasakan ada orang mengatakan sesuatu dan kita tidak paham; kadang context-nya tidak masuk, kadang bertanya “maksud anda apa?”. Kita kadang merasa sudah memberikan informasi akan tetapi sebenarnya baru memberikan data. Pada saat depan kelas, saya sering mencontohkan; Jakarta hujan hari ini, bagi saya belum menjadi informasi karena jam berapa dan daerah mana yang hujan tidak ada informasinya. Kalau daerah yang saya tuju kena hujan pada jam yang saya rencanakan, mungkin akan membuat keputusan saya mulai pergi akan berubah. Informasi inilah yang akan merubah pikiran kita.

Tulisan dibawah akan memberikan lebih rinci dari keterangan yang hanya 3 paragrapgh diatas.

DIKW (Data Information Knowledge dan Wisdom)

Perusahaan yang paling akan bertahan terus menerus adalah yang paling berpengetahuan dan terus belajar. …..

 

DIKW yang kadang sering disebut dengan the wisdom hierarchy. Representations of the DIKW hierarchy dikenalkan oleh Ackoff’s di tahun1989 dengan artikelnya dengan judul From data to wisdom, yang mengusulkan hirarki dengan urutan tingkatan berikut data, information, knowledge, understanding and wisdom. Ackoff memasukkan kata understanding urutan tingkatan sebelum akhir karena dipercaya bahwa wisdom tingkatannya lebih tinggi, akan tetapi tidak aka nada wisdom tanpa understanding dan juga sebaliknya. Untuk itu maka, teori menjadi lebih dikenal sebagai DIKW.

Untuk lebih memahami DIKW, dan memperhatikan gambar dapat bercerita ribuan kata, maka berikut ditampilkan beberapa gambar yang menurut hemat penulis akan sangat mudah menerangkan keterangan pengertian DIKW.

Sebelum memperlihatkan gambar, tulisan pada http://www.systems-thinking.org/dikw/dikw.htm (diunduh tgl 2 April 2017) dan tulisan pada website ,,,,,,,,,,,,,,,,,,,, sebagai berikut:

  1. Data didefinisikan sebagai symbol yang memperlihatkan property dari obyek, kejadian dan kondisi lingkungannya, merupakan produk dari pengamatan (observation).

Data adalah masih mentah atau raw, dan melekat hanya ada pada dirinya dan tidak ada arti bagi orang lain dan hanya menunjukkan keberadaannya sendiri. Bentuk data dapat macam-macam dan dapat digunakan kembali, kalau di spreadsheet dikenal adanya data.

  1. Information dilengkapi dengan deskripsi, jawaban suatu pertanyaan yang dimulai dengan kata siapa (who), apa (what), kapan (when), dan berapa banyak (how many). Sistim informasi akan menghasilkan, menyimpan dan dapat diambil kembali serta memproses data. Information diambil atau disarikan dari bukti (evidence) dan alasan (reasoning) dari pada pernyataan yang eksplisit (langsung).

Informasi adalah data yang diberi arti dengan keterhubungan antar data. Arti ini dapat berguna akan tetapi tidak harus, kalau merujuk pada computer maka dikenal dengan relationship database.

  1. Knowledge adalah know-how, dan merupakan hal yang memungkinkan mentransformasi dari informasi menjadi instruksi. Knoweldge dapat diperoleh diataranya dengan transfer orang lain yang memilikinya atau instruksi dari orang lain, atau dari sari

Jadi disini akan banyak menjawab aplikasi dari data dan informasi dan harus dapat bisa menjawab how.

Sering juga disampaikan bahwa knowledge adalah koleksi informasi sehingga dapat berguna dengan kesengajaan atau dikenal knowledge adalah deterministic proses.

  1. Wisdom adalah kemampuan meningkatkan efektivitas. Dengan wisdom maka dapat meningkakan nilai (value) yang memerlukan fungsi mental yang dikenal sebagai judgment. Nilai ethical and aesthetic yang ada didalamnya akan melekat pada orang yang tesrbut dan uniqe serta personal

Wisdom adalah mengevaluasi pengertian (www.systems-thinking.org), dan akan banyak menjawab pertanyaan why. Kenapa kita ada?

Wisdom adalah proses extrapolasi, non deterministic process dan non proses probabilistic. Wisdom dapat dipanggil berdasarkan tingat kesadaran sebelumnya dan khususnya sangat tergatung pada type orang (moral, etik, dll)

Data, information dan Knowledge menurut Ackof adalah bagian masa lalu, karena hanya berhadapan dengan apa yang sudah terjadi atau yang diketahui. Pada wisdom ini yang berhubungan dengan masa depan karena termasuk merancang dan vision. Dengan wisdom orang dapat membuat masa depan dan tidak hanya mengambil kondisi sekarang dan masa lalu. Akan tetapi memang, mencapai wisdom tidaklah mudah, orang harus terus bergerak, menangani banyak hal yang terkait dengan bidangnya dan berhasil.

Contoh yang sering penulis lakukan pada saat menjadi penanggung jawab learning di awal pembukaan adalah ttg lalu lintas:

Data: Jakarta hujan siang hari

Informasi: Jakarta hujan siang hari

Knowledge: Kalau Jakarta hujan, maka biasanya akan terjadi kemacetan di jalan protocol karena akan selalu ada genangan.

Wisdom:

 

Contoh lain yang mirip untuk memudahkan pengertian DIKW adalah di salah satu website http://www.systems-thinking.org/dikw/dikw.htm yang seperti permainan acara di TV tebak kata, dengan memberikan pertanyaan yang jawabannya Ya atau Tidak.

Contoh lainnya yang menunjukkan tingkatan data, information and knowledge:

  1. Saya mempunyai kotak?
  2. Ukuran kotak 90x90x180 cm
  3. Kotaknya berat
  4. Kotak mempunyai 2 pintu di depannyua
  5. Ketika saya buka di dalamnya ada makanan
  6. Biasanya ditempatkan di dapur
  7. Kalau sudah lama penempatannya , maka dibawahnya selalu kotor
  8. Diatasnya biasanya untuk menaruk barang barang kecil
  9. Kalau pintu dinuka hawanya dingin.
  10. Bagian atas saat dibuka ada es-nya

 

Apakah ini? Sebuah lemari es, dan anda pasti tahu kan. Dengan urutan pertanyaan diatas dan anda hubungkan pola pertanyaannya, maka dapat disimpulkan bahwa yang di deskripsikan adalah lemari es. Cara berpikir ini diperlihatkan digambar dibawah ini.

 

Beberapa gambar terpilih untuk lebih mudah memahami pengertian DIKW:

 

(maaf masih dalam pengembangan, akan tetapi anda bisa klik dari web sumbernya)

https://www.i-scoop.eu/big-data-action-value-context/dikw-model/ diambil 2 April 2017

 

 

https://www.i-scoop.eu/big-data-action-value-context/dikw-model/ diambil 2 April 2017

 

https://en.wikipedia.org/wiki/DIKW_pyramid diunduh 2 April 2017

 

https://en.wikipedia.org/wiki/DIKW_pyramid diunduh 2 April 2017

Dari gambar ini, bagi penulis adalah memudahkan mengerti perubahan dari data ke informasi. Memang ada satu posisi Understanding, dimana dapat menerangkan mengapa. Selama ini kita sangat mampu sampai dengan how, tapi why kadang kurang bagus. Dengan tidak terbiasa bicara why, maka keputusan kita sering terlalu mudah di sanggah (challenge).

https://www.slideshare.net/fmferrao/dikw-model

Penulis suka dengan gambar ini karena seperti roket dan menuju ke angkasa, seperti kalimat Bung Karno berikut.

 

https://www.pinterest.com/pin/47850814767440316/ Gambar ini memperlihatkan proses data menjadi keputusan.

 

https://www.i-scoop.eu/big-data-action-value-context/data-information-content-knowledge-input-insight-action-value/
https://km4meu.wordpress.com/tag/dikw-pyramid/

16 Replies to “Apa itu Data, Information, Knowledge dan wisdom?”

    1. tonda says:

      terima kasih, telah merujuk tulisan saya. tulisan sy ini adalah proses perjalanan saya

    1. tonda says:

      terima kasih atas linknya

    1. tonda says:

      terima kasih atas perujukannya

    1. tonda says:

      jadi, apa yang perlu kitas diskusikan?

  1. Lagi Cari Inforrmasi Tentang DIKW. Tulisan Ini Membantu Sekali

    1. tonda says:

      terima kasih, kalau akan diskusi; mangga dipersilahkan dan ditunggu

    2. tonda says:

      semoga, Alhamdulilah

  2. bae says:

    keren terimakasih ilmunya

    1. tonda says:

      semoga manfaat

  3. Terimakasih infonya sangat bermanfaat sekali
    Visit Us

  4. Terimakasih infonya,postingan yang sangat bermanfaat sekali
    Visit Us

    1. tonda says:

      terima kasih sudah mampir,, salam sehat dan terus berkarya

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*